Sunday, June 28, 2015

Es Alpukat

Ini salah satu pilihan menu takjil. Membuatnya tidak terlalu repot dan tetap menyegarkan. Airnya bisa menggunakan susu kental manis, simple syrup ataupun syrup madu. Saran saya, sebaiknya pake syrup madu supaya lebih sehat.

Selamat berbuka puasa ya... ;)

Untuk variasi menu selama Ramadhan, silahkan klik label 'behind the kitchen'. Selamat mencoba dan semoga banyak yang cocok dengan sajian ala Dapur Mungil.


Bahan :
Alpukat matang secukupnya
Susu kental manis / simple syrup / Madu
Air dingin secukupnya

Cara membuat :
Siapkan gelas saji. Kerok alpukat secukupnya, beri 2-3 sdm susu kental manis / simple syrup / masdu. Tambahkan air dingin secukupnya. Siap disajikan.
Gampang kan?!

Sunday, May 3, 2015

Roti Isi Selai Blueberry

Sewaktu tinggal di Daejeon, Korea Selatan, saya dan suami suka sekali mampir ke gerai roti terkenal di sana. Nama gerainya Paris Baguette (PB). Rotinya empuk dan tidak ada aroma asam dari yeast (ragi roti). Kami berusaha memilih varian roti yang 'aman' (baca : halal, tanpa bahan hewani). Sampai beberapa minggu yang lalu, setelah kami kembali ke Indonesia, saya membaca posting group halal Korea di Facebook bahwa roti produksi PB tidak lagi halal dikonsumsi. Hmm... sedikit merasa lega, karena info tersebut baru dirilis setelah kami pulang. Selama ini kami berhati-hati pada makanan. Dan berpikir, kalau tidak ada larangan berarti produk itu 'aman'.

Selain itu, PB juga menjadi sponsor serial drama di salah satu stasiun TV Korea. Pecinta drama Korea pasti tahu deh! Drama tersebut bercerita tentang empat orang yang merintis usaha bakery setelah bebas dari tahanan penjara wanita. Dalam perjalanannya mereka harus bersaing dengan pabrik roti besar yang sudah ada sejak lama. Tentu saja dibumbui dengan romansa, cerita keluarga dan persahabatan. Walaupun ceritanya tentang bakery profesional namun saya tertarik dengan teknik membuat roti manual yang diceritakan di serial tersebut. Point yang saya suka adalah, menggunakan sedikit yeast dan memperpanjang waktu fermentasi.


Setelah kembali ke tanah air, pasti beres-beres rumah jadi tugas yang diprioritaskan. Belum sempat bikin roti sendiri, jadinya beli. Dan suami protes, karena roti yang dibeli itu ga sesuai seleranya. Aromanya asam, ga empuk malah lembek, terlalu manis dan bla..bla..bla. Saking seringnya makan roti, suami saya sampe ngerti detil roti yang enak ya?! Akhirnya bikin roti deh saya!



Friday, March 20, 2015

Sambal Goreng Kentang


Sambal goreng kentang sering kali menjadi pelengkap menu makanan utama. Contohnya pelengkap sajian ketupat di hari lebaran, nasi kuning, nasi uduk ataupun menu lainnya.

Bahan utamanya kentang tapi sering pula dicampur dengan hati ayam / sapi atau udang kupas. Untuk menambah aroma, bosa juga menambahlan beberapa biji pete. Ada yang dimasak dengan santan hingga mengering dan ada pula tanpa santan.

Yang ini sambal goreng kentang polos, maksudnya tanpa bahan tambahan dan tanpa santan. Menu ini termasuk yang bisa disimpan dan dipanaskan tapi rasanya tetap enak. Jadi bisa dibuat 2-3 hari sebelumnya. Saya menikmatinya dengan nasi liwet. Rasanya tetap nikmat lho... yuuk dicoba.

Bahan :
500 gr kentang, dipotong dadu
5  butir cabe merah, dihaluskan
2 siung bawang merah, dihaluskan
1 siung bawang putih, dihaluskan
1 buah tomat ukuran sedang, dicacah kasar
1 lembar daun jeruk
1 sdt gula
2 sdt garam
minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat :
1. Goreng kentang hingga matang, tiriskan.
2. Sisakan kurleb 3sdm minyak goreng, tumis bumbu halus, tomat dan daun jeruk.
3. Masukkan gula dan garam. Aduk rata, masak hingga aroma pedasnya hilang.
4. Matikan api, campur kentang dengan bumbu dan aduk hingga rata.