Friday, February 27, 2015

Kimchi

Kalo anda penggemar hal-hal yang berbau Korea, pasti tahu kimchi. Sudah pernah mencicipi belum?

Kimchi (김치) adalah makanan tradisional Korea yang dibuat dengan proses fermentasi. Bahan utamanya sayuran yang diberi aneka bumbu. Yang paling umum dijumpai, kimchi dari sawi putih. Rasanya, seperti asinan sayuran yang dominan rasa asam, pedas serta aroma bawang.

Kalau ke resto atau warung masakan Korea, kimchi selalu jadi default side dish (반찬 : banchan) yang disajikan dalam piring kecil. Sering kali, kimchi disajikan sebelum sajian utama datang. Selain kimchi, biasanya ada aneka tumis sayuran dan danmuji (asinan lobak, yang warna kuning pada foto) yang juga disajikan sebagai side dish.

Orang Korea selalu menyediakan kimchi di rumah. Baik itu homemade ataupun beli dari supermarket. Bahkan menurut salah seorang teman, orang Korea itu tidak bisa lepas dari kimchi walau dimanapun berada. Sehingga saat mereka harus menetap di luar negeri, tetap membawa atau mencari kimchi.

Selain itu kimchi juga bisa diolah lagi menjadi beberapa masakan. Seperti Kimchi_jjigae, kimchi pancake (kimchijeon) dan nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap). Sehingga wajarlah jika orang Korea selalu sedia kimchi.

Wednesday, February 18, 2015

Baking Class & Simple Decoration



Beberapa minggu yang lalu saya sempat mengikuti one day baking class yang diadakan oleh muslimah Indonesia Daejeon. Gurunya mba Ricke yang punya 'ordinary kitchen'. Beliau jauh-jauh dari kota Anseong ke Daejeon untuk berbagi ilmu baking & cake decorating.



Materi yang diajarkan adalah aneka cake dasar. Yaitu, sponge cake dasar, butter cake dan simple steamed cake (tanpa mixer). Kemudian setelah cake tersebut matang, didekorasi dengan hiasan sederhana. Sentuhan dekorasi, walaupun sederhana membuat tampilan cake menjadi 'wah'. Tak heran, anak-anak yang meramaikan baking calas ini terlihat tidak sabar untuk mencicipinya saat selesai didekorasi.

Ini pertama kalinya saya mengikuti baking class. Sebelumnya saya belajar otodidak dari buku, blog dan video online. Ternyata memang beda ya, belajar sendiri dan yang ada gurunya?! Kalau ada guru, kita bisa langsung tanya saat proses pembuatan dan dapat jawaban. Kalau jawabannya belum bisa dipahami, gurunya bisa kasih tahu dengan contoh sampai kita merasa jelas.

Terima kasih untuk panitia yang sudah mengadakan acara ini dan juga mba Ricke yang sudah mau berbagi ilmu. Senang sekali bisa ikut ambil bagian dalam acara ini.

Sunday, January 25, 2015

Yubu Isi


Yubu (soybean curd) adalah kulit tahu goreng. Kalo di Indonesia seperti tahu yang dipakai untuk jajanan tahu gejrot. Bagian tengahnya kosong. Biasanya dipakai untuk masakan berkuah, topping mie / udong atau diiris dan ditumis bersama aneka sayuran.

Kalo saya, yubu ini diberi isi tumisan sayuran, dicelup ke dalam larutan tepung trus digoreng. Jadinya seperti tahu isi. Lagi pula tahu di Korea ini halus sekali jadi susah membuat tahu isi dari tahu putih.

Di bawah ini saya sertakan penampakan yubu. Yang ada bungkus plastik dengan tulisan hanggeul (huruf Korea), bentuknya kota-kotak tipis dan bila pinggirnya disobek atau digunting maka kelihatan tengahnya kosong.



Friday, January 9, 2015

Gudeg


Bulan Desember lalu, seorang teman menulis status 'festival gudeg @ Jl. Wijilan.' Membaca status itu saya jadi kangen gudeg. Kangen suasana Jogja, lebih tepatnya.

Jalan Wijilan memang terkenal sebagai sentra gudeg. Di sepanjang jalan tersebut dipenuhi warung gudeg. Seingat saya, kalau mau menikmati gudeg lengkap dengan lauk-pauknya seperti opor ayam, hati-ampela, tahu dan sambal goreng krecek, datanglah sebelum jam 13.00. Karena kalau lebih dari jam tersebut atau lewat jam makan siang, lauk-pauknya sudah tidak lengkap lagi.

Saya belum pernah masak gudeg, selama ini selalu beli. Sekarang mau nyoba masak sendiri. Resepnya nanya langsung ke teman yang biasa masak gudeg yaitu mama Giras dan Bagas yang punya Aurora Gudeg di New Zealand. Sst....gudeg Aurora ini banyak peminatnya di NZ sana?! Laris manis deh. Alhamdulillah saya kebagian resepnya.

Berikut resepnya tapi saya bikin setengah aja dengan 4 telur, soalnya hanya untuk dinikmati berdua :)

Bahan :
4 kaleng nangka muda (kurleb 1 kg), ditiriskan
20 butir telur rebus, dikupas
1 butir red onion + 8 siung bawang merah (15 siung bawang merah)
10 siung bawang putih
8 butir kemiri
4 sdt ketumbar bubuk
8 lembar daun salam
50 gr lengkuas  (8-10 cm lengkuas), dimemarkan
4 sdt tamarind paste ( 4 biji asam)
200 gr daging sapi bertulang / iga
150 gr gula merah
5 sdt garam
1 kaleng / 425 ml santan

Cara membuat :
1. Haluskan bawang merah, bawang putih dan kemiri.
2. Campur semua bumbu dengan santan, nangka, telur, daging dan bahan lainnya.
3. Masak dengan api kecil, sambil diaduk-aduk hingga bumbu dan santannya mengering.